Awak yakin kita pernah dengar kalo manusia tu mengambil keputusan secara emosional dan kemudian merasionalkan keputusan yang diambil secara emosional tadi.
udah dari sononya kita jarang sekali berpikir tentang bakalan bagaimana perasaan kita ketika sesuatu terjadi dalam hidup kita kan? kenapa…coz we just feel it….
contoh: emang na lo pernah berpikir tentang bagaimana perasaan elo ketika sedang gembira atau sedih? gak kan. kalo elo sedang senang elo tu just feel it….
kalo penjelasan gw diatas agak ribet sampel lebih gampang kayak gini
bayangkan sekarang ini, saat ini……elo menang lotre 1 milyar, apa yang terjadi? apa lo pernah berpikir lo bakal senang? gak kan…elo akan langsung senang tanpa otak lo perlu memberitahu kalo ini saatnya untuk merasa senang.
itu artinya kita adalah emotional creature yang bereaksi secara emosional terhadap lingkungan.
People decide emotionally, then justify with facts. Build a lot of emotion into your argument, follow that with the word “because,” and then give a fact.
People only seek evidence that supports their existing beliefs. So, starting from what you know they believe, give them something they “know” is true and then expand that toward your ultimate goal. This allows them to agree while saving face.




























Recent Comments